Senin, 01 Desember 2014

Owner Jakoz di Jambi Today 29 November 2014

Hidup Akan Lebih Hidup Jika Berbagi Berlian Santosa, Pemilik Gerai Jambi Punya Kaos (Jakoz)* Membangun bisnis industri kreatifnya selama 7 tahun membutuhkan kerja keras yang besar. 2 tahun awal membuka Jakoz, Berlian Santosa mengakui kurang mendapat respon yang baik dari masyarakat. Namun siapa sangka, sekarang Jakoz telah menjadi pusat oleh-oleh kaos khas Jambi. “2 tahun awal buka Jakoz tidak mendapat animo yang baik, sebulan satu kaos saja ada yang beli untung-untungan. Tapi sekarang alhamdulillah Jakoz telah banyak yang tahu bahkan bukan hanya masyarakat Jambi namun juga luar (provinsi) Jambi,” kata lelaki yang gemar mendongeng ini. Meski telah berhasil membangun bisnis dengan brand sendiri, Berlian tetaplah menjadi entrepreneur yang gemar berbagi ilmu mengenai strategi berbisnis. Ini terbukti Berlian bergabung dengan beberapa komunitas seperti Smarpreneur, dan sebagai Konsultan UKM yang memiliki misi untuk menggali dan berbagi pengalaman bisnis serta melatih pebisnis muda untuk mempratekkan strategi bisnis. Bagi Berlian (biasa disebut ian) hidup akan lebih bernyawa ketika seseorang mampu dan ingin berbagi atas semua keberhasilan yang telah didapat. Namun sebaliknya hidup akan terasa mati jika seseorang hanya menyimpan semua kemampuannya untuk dirinya sendiri. Bukan hanya itu, Berlian juga menjadi penulis dan pendongeng, berbagai buku telah ditulis dan dia pun telah memiliki komunitas pendongeng sendiri yaitu Kampung Dongeng Seloko dan komunitas penulis dunia: Forum Lingkar Pena. “Hidup bakal lebih hidup kalau berbagi dengan orang lain. Makanya saya gemar berbagi pengalaman dan menjadi pelatih para pelaku UKM untuk maju dan segera membangun bisnis,” ujar ayah dua anak ini. Ditengah-tengah kesibukannya sebagai entrepreneur, Berlian masih menyempatkan waktunya sebagai coach (pelatih) dan konsultan UKM. Berlian menekankan, untuk terjun dalam komunitas seperti ini harus sungguh-sungguh dan mendalami, jangan hanya asal mencoba. “Menjalani sebagai pelatih bisnis, mendampingi beberapa pelaku UKM harus serius, benar-benar mendampingi jangan asal memberikan masukan tapi bantu mereka untuk action. Pastikan kapan mereka mau mulai bisnis dan dorong mereka untuk segera melaporkan hasil kepada kita, biar tahu apa lagi gerakan selanjutnya,” papar pendongeng yang juga seorang penulis ini.
Tak hanya itu, Berlian juga mewakili City Changer Indonesia untuk presentasi dihadapan Dirjen Pekerjaan Umum Kementrian PU RI mengenai sanitasi dan lingkungan perkotaan. Makalah Berlian berhasil menduduki urutan kedua dari 100 peserta City Changers terpilih. City Changers adalah salahsatu badan dunia di bawah naungan UN-Habitat yang ikut berperan menangani program sanitasi, air bersih dan kumuh. City Changers merupakan perorangan dan berangkat dari komunitas independen. Telah banyak berbagi cerita dan pengalaman berbisnis dengan pebisnis muda, diakui Berlian dalam berbisnis seseorang harus mampu menjadi pioner. Seorang pebisnis harus berani dan mampu melakukan differensiasi. Bukan sekadar ATM: Amati Tiru dan Modifikasi,” tutupnya. *revisi

Minggu, 02 November 2014

Cubo-cubo

“Janganlah cubo-cubo minum aek Batanghari, sebab biso bikin kanti selalu tekenang-kenang dengan tanah Jambi.” kato Datuk sayo. It’s means: “Jangan coba-coba minum air (sungai) Batanghari, sebab bisa bikin anda selalu terkenang-kenang dengan tanah Jambi.” menurut Datuk saya Ungkapan atau pameo ini sepertinya melekat dan lumayan terbukti. Beberapa karib, kerabat dan handai taulan, entah kebetulan atau tidak, biasanya akan kembali lagi mengunjungi Jambi. Baik dalam waktu dekat maupun lama. Seseorang yang berkunjung ke Jambi bukan lantas meminum air sungainya terus berubah dari jelek menjadi cantik, namun berhubung Jambi dilintasi oleh sungai terpanjang di Sumatera ini, maka makan dan minum berkorelasi dengan sumber air yang ada: Batanghari. Kalau begitu, yah, cubo-cubo-lah minum air Batanghari, ya. Tapi jangan diteguk langsung.
Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe. ------- “Janganlah cubo-cubo minum aek Batanghari, sebab biso bikin kanti selalu tekenang-kenang dengan tanah Jambi.” kato Datuk sayo. It's means: "Do not try to drink water (river) Batanghari, because it can make you always recollected with Jambi ground." according to my grandfather. Phrase or slogan seems inherent and quite evident. Some intimates, relatives and friends, whether accidental or not, it will usually come back to visit Jambi. Both in the near term and long. Someone who visited Jambi not necessarily drink the water of the river is constantly changing from ugly to be beautiful, but since Jambi crossed by the longest river in Sumatra, then eating and drinking is correlated with the existing water source: Batanghari. If so, try drinking water Batanghari. But do not drink it raw. size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult) Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chillies.

Krinok, How To Play A Musical Instrument?

Krinok?...Makanan apaan, sih? Okay. Krinok adalah satu seni tradisi lisan yang berasal dari Provinsi Jambi. Senandung krinok, mengatur banyak sekali perilaku normatif sebagai nilai dasar manusia. Masih banyak dilestarikan oleh masyarakat Melayu di daerah Rantau Pandan, Kabupaten Muara Bungo. Krinok merupakan kesenian tertua bahkan sejak masa pra sejarah, diperkirakan sejaman dengan masuknya Budha Ke wilayah Jambi. Saat itu mirip pembacaan mantra atau semacam doa-doa. Gimana, sih Krinok itu? Adalah seni vokal yang sangat sederhana. Seperti orang yang berpuisi dengan nada-nada tinggi tanpa alat musik dengan penuh penjiwaan, emosi dan amat personal. Biasanya dilantunkan oleh kaum lelaki di hutan, mencari kayu di ladang atau pinggir sawah. Ga boleh di dalam rumah, lho. Kenapa? Yah, tanya aja sendiri sama pakar langsung. Dinamika krinok di Kabupaten Bungo berkaitan erat dengan perkembangan kebudayaan Melayu Jambi dan Minangkabau. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia oleh karenanya kebudayaan dengan sendirinya akan mengalami perubahan dan perkembangannya seiring dengan kehidupan manusia. Seperti apa wajah kesenian Krinok tersebut? Awalnya krinok diiringi dengan kelintang kayu namun lama-lama dengan perkembangan seni kontemporer maka krinok telah mulai dipadukan dengan gong, gendang panjang serta biola. Keempat alat musik tersebut kemudian menjadi pakem bagi musik pengiring krinok. Fungsi Krinok? Nah kanti musti tahu, saat ini walau arus moderenisasi menggempur, krinok masih dimainkan oleh masyarakat yang peduli akan warisan leluhur tersebut. Fungsinya sebagai penghibur diri, bisa untuk mengusir binatang buas dan lebih penting lagi, nih, sesiapa yang pandai melantunkan krinok, maka dapatlah ia menarik hati perempuan yang ingin dinikahinya. Ahayy. Bila tiada punya pulsa telepon dan sms, bolehlah kiranya mempraktekkan laku berseni krinok ini. Sebagai penghibur diri, tidak ada lirik krinok yang baku. Setiap pelantun krinok dibolehkan menyuarakan isi hati mereka, entah susah maupun bahagia. Krinok sebagai bagian warisan dunia proto Melayu yang perlu diwariskan kepada para generasi penerus. So, How to play a musical instrument Krinok, Kanti? Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe, Ungu, Hijau muda, Merah Jambu etc ------ Krinok: How To Play A Musical Instrument? Krinok? ... Food hell, anyway? ... Okay. Krinok is the art of the oral tradition coming from the province of Jambi. Krinok hum, set a lot of normative behavior as a basic human value. There are many preserved by the Malay community in Rantau Pandan area, District of Muara Bungo. Krinok is the oldest art ever since the pre-history, estimated contemporaneous with the entry of Buddhism Into Jambi. When it is like reading a spell or some sort of prayers. What, Krinok it? Is a very simple vocal art. As people poetry with high notes without an instrument full of inspiration, emotional and very personal. Usually sung by men in the woods, looking for wood in the fields or the rice field. Should not be done in the house. Why? Well, ask yourself the same experts directly. Dynamics at Bungo krinok closely related to the development of Jambi Malay and Minangkabau culture. Culture is the result of creativity, taste and culture of human intention, therefore, by itself will change and development in line with human life. Like what Krinok the arts face? Originally krinok kelintang accompanied by long wood but with the development of the contemporary art had begun krinok combined with gongs, drums and violin length. The fourth instrument became krinok grip for musical accompaniment. Krinok function?
Now you must know, the current flows though modernization pounding, krinok still played by people who care about the heritage. Its function as an entertainer himself, could to repel wild animals and, more importantly, anyone who knows how to sing krinok, then it can be attractive to women he wanted to marry. Ahayy. When not had a pulse phone and sms, so-so presumably this krinok artful practice behavior. As an entertainer myself, no lyrics krinok standard. Each singer krinok allowed to voice their hearts content, whether hard or happy. Krinok as part of world heritage proto-Malays who need to be passed on to the next generation. So, How to play a musical instrument Krinok, friend? size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult) Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chillies, Purple, Light green, Pink etc

Apo Jingok-jingok

Orang Jakarta bilang, “Apaan, lo, liat-liat gue?!” nah kira-kira sama seperti itu maksudnya. Apa Jingok-jingok, biasanya digunakan untuk ungkapan kemarahan dan pertanyaan yang menginterogasi seseorang. Hampir mirip dengan bahasa Sumatera Selatan (Palembang), karena wilayah ini beririsan sejak jaman kedatuan Sriwijaya yang kabarnya pernah bersinggasana di wilayah Jambi sekarang. Apo jingok-jingok, silahkan dipakai. Tapi jangan pake mata melotot, ya Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Ungu, Biru, Hijau, Pink, Putih, Hitam, Merah Cabe. ------ Apo Jingok-jingok Jakarta people say, "What the hell, you see me, huh ?!" roughly the same as it was meant. What Jingok-jingok, usually used for the expression of anger and questions that interrogate someone. Almost similar to the language of South Sumatra (Palembang), because this region overlaps since the days of Srivijaya kedatuan reportedly been enthroned in Jambi now. Apo-jingok jingok, please use. But do not use any bulging eyes.
size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult) Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; Purple, Blue, Green, Pink, White, Black, Red Chillies.

Jumat, 04 Juli 2014

BERAKIT - RAKIT

Berakit-rakit ke Jambi Berenang-renang ke Batanghari Sungai Batanghari, Jambi sebagai sungai nan terpanjang di Sumatra, terbentang dari barat (Provinsi Sumatera Barat) hingga mengalir ke muaranya di timur (Selat Berhala). Di sini terdapat denyut nadi kehidupan masyarakat bahari dari jaman purba hingga terkini. Batanghari menyimpan sejarah, menyimpan cerita, dan berjuta kenangan. Pabila kanti singgah di Jambi bolehlah pula berenang di sungai ini.  Batanghari aeknyolah tenang.. Sungguh pun tenang deraslah ke tepi Anaklah Jambi janganlah dikenang Kalau dikenang merusaklah hati… Nah!
Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) serta ukuran Anak dan Bayi Varian; Standar, Reglan, Polo-Shirt Color; Putih, Biru Benhur, Merah Cabe.

4 TAMAN NASIONAL TERBESAR Di JAMBI

Kerinci Seblat National Park in Kerinci and Merangin Bukit 12 National Park in Sarolangun and Batang Hari Bukit 30 National Park in Tebo and Tanjab Barat Berbak National Park in Tanjab Timur Wow! Berikut deskripsi 4 Taman Nasional tersebut yang terletak di Provinsi Jambi. 1) Taman Nasional Kerinci Seblat: luas sejuta ha – tipe ekosistem hutan tropis terlengkap – terbagi di 4 wilayah provinsi di Sumatera – 360 spesies burung, 100 reptilia, 60 amphibia, 80 primata – 4000 spesies flora; anggrek alam, raflesia, amorphopallus. 2) Taman Nasional Bukit 12: luas 60.000 ha – tempat trekking keren – terdapat komunitas Suku Anak Dalam – ribuan flora & fauna hidup di sini. 3) Taman Nasional Bukit 30: luas 144.000 ha – terdapat puluhan spesies – ada 3 komunitas suku pedalaman (Suku Anak Dalam, Suku Talang Mamak, Suku Melayu Tua) 4) Taman Nasional Berbak: luas 162.000 ha – birdwatching burung migran Siberia menuju Australia. So, ini destinasi keren. Kamu yang hobi berpetualang alam dan tantangan boleh coba, ya! Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard, Reglan, Reglan ¾ dan Polo-Shirt Color; Putih, Hitam, Biru Benhur, Merah Cabe.

Rabu, 18 Juni 2014

Pixel Bujang – Gadis Melayu Jambi

Pakaian Adat Pria. Di bagian kepala para lelaki suku Melayu Jambi mengenakan Lacak. Terbuat dari kain beludru merah yang diberi kertas tebal agar menjadikannya keras. Tutup kepala ini menjulang tinggi. Bajunya disebut baju kurung tanggung berlengan panjang. Biasanya pada bagian pinggang digunakan pending berupa rantai dengan sabuk sebagai kepala terbuat dari logam. Ditambah keris dan selop sebagai alas untuk melindungi kaki saat berjalan. Pakaian adat wanita. Terdiri dari kain sarung songket dan selendang songket warna merah. Bajunya disebut baju kurung tanggung bersulam benang emas dengan motif hiasan bungo melati, pucuk rebung dan kembang tagapo. Unsur kelengkapan lain biasanya terdapat teratai dada sebagai penutup dada, ikat pinggang, selendang dan selop. Ke dua desain ini dibuat cukup rempong, dengan memadukan ratusan titik menjadi satu kesatuan utuh yang membentuk sosok Bujang-Gadis Melayu Jambi. Deskripsi Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard dan Reglan Color; Biru benhur, Ungu, Clover TW, Navy Merah, Trtion Ungu, Putih, Pink