Minggu, 30 Agustus 2015

Meniti Batang Antui

dalah salahsatu persyaratan pernikahan dalam tradisi perkawinan Suku Anak Dalam. Yaitu prosesi berlari serempak ke dua calon pengantin meniti sebatang pohon yang dilintangkan di atas sungai, yang telah dikupas kulitnya sehingga sangat licin. Kalian harus melewati tantangan ini. Jika tidak, bisa gagal nikah, lho. *note:berlaku hanya pada tradisi Orang Rimba.

INI ADA DJAMBI

Hai, Ini Ada Chan-Pi (istilah I-Tsing; pelayar Tiongkok abad ke 9M)... Itu Ada Jambee (istilah Jawa)... Ini Ada DJambi (ejaan lama)... Itu Ada Jambi(ejaan baru) Hai, hai. singgahlah ke Jambi

The Adventures of ORANG RIMBA

Mungkin ga, sih Tintin singgah di Taman Nasional Bukit 12, Provinsi Jambi?... Berpetualang ala Orang Rimba alias Suku Anak Dalam?...
Bisa jadi..bisa jadi. Mana tahu Herge, artis Belgia si komikusnya bakal meluncurkan serial komik Tintin versi Orang Rimba. Bakal seru, nih. Oh, ya. Dalam bahasa Perancis, Petualangan Tintin disebut “Les Aventures de Tintin et Milou'' ini pertama kali muncul pada tanggal 10 Januari 1929 di Koran Belgia. Adalah seorang wartawan muda yang hobi mengembara bernama Tintin. Rambutnya khas, berjambul kuning! Seandainya Milo, si anjing Tintin dan Kapten Haddock bertemu dengan Besudut di rimba Makekal, kira-kira cerita seru apa, ya yang bakal terjadi?

Duku Kumpeh Duku Jambi

Kejarlah DUKU (Daku) Kau Kutanggap... Siapa yang ga kenal Duku Kumpeh? Manisnya sungguh astaganaga. Beyik buat oleh-oleh dari Jambi sebab banyak dibawa ke Jakarta, Jawa hingga kota-kota tetangga terdekat dari Provinsi Jambi. Manisnya khas dan mantap. Para pedangang di Jambi dengan bangga menjualnya, ya dengan sebutan Duku Kumpeh si Duku Jambi. Bukan yang lain. Karena masalah rasa ga bisa bohong. Jika musim panen tiba banyak truk-truk luar daerah langsung berdatangan ke lokasi kebun duku seperti di kabupaten Muaro Jambi, Kumpeh sebagai sentral Duku Kumpeh terbesar. Plat-plat kendaraan seperti B, BG, BA ga mau kalah mendistribusikan Duku Kumpeh hingga ke Jakarta dan tanah Jawa, seakan ingin mencicipi manisnya bisnis duku. http://jambi.tribunnews.com/2014/08/19/disebut-duku-palembang-meski-dari-kumpeh

Senin, 02 Maret 2015

L A S A K

Lasak Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) arti lasak adalah: 1. Selalu ingin bergerak; tidak dapat tenang (diam); 2. Selalu ingin mengerjakan sesuatu: jangan -- duduklah baik-baik Contoh: “Oi, Jangan lasak. Duduklah baik-baik kalian di sini!” Menurut kami, lasak itu adalah kreativitas. Manusia yang bergerak adalah manusia yang dinamis, serba ingin tahu, dan berani mengambil risiko. Lha, buktinya disuruh tenang. Justru kreativitas itu tercipta karena lasak; keingintahuan yang tinggi untuk mencoba hal positif. Baiknya diarahkan saja, bukan dibungkam. Nah, pabila kanti punya anak, jangan bunuh kreativitasnya. Lasak itu tanda orang kreatif, lho. Semua ada porsinya. Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe, Broken White, Kuning, Ungu, Biru, Hijau etc ------ restless In a large dictionary of Indonesian (KBBI) peevish sense is: 1. Always wanted to move; can not be quiet (silent); 2. Always wanted to do something; do - sit well Example: "Oi, do not peevish. Sit well you here! " In our opinion, it is a restless creativity. Humans are humans moving dynamic, inquisitive, and willing to take risks. Experience, evidence told to calm. Precisely because of restless creativity was created; high curiosity to try something positive. It would be better directed, not silenced. Well, sovereign, when kanti have children, do not kill creativity. It is a sign of restless creative person, you know. All the existing portion. Size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult) Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chili, Broken White, Yellow, Purple, Blue, Green etc

Senin, 01 Desember 2014

Owner Jakoz di Jambi Today 29 November 2014

Hidup Akan Lebih Hidup Jika Berbagi Berlian Santosa, Pemilik Gerai Jambi Punya Kaos (Jakoz)* Membangun bisnis industri kreatifnya selama 7 tahun membutuhkan kerja keras yang besar. 2 tahun awal membuka Jakoz, Berlian Santosa mengakui kurang mendapat respon yang baik dari masyarakat. Namun siapa sangka, sekarang Jakoz telah menjadi pusat oleh-oleh kaos khas Jambi. “2 tahun awal buka Jakoz tidak mendapat animo yang baik, sebulan satu kaos saja ada yang beli untung-untungan. Tapi sekarang alhamdulillah Jakoz telah banyak yang tahu bahkan bukan hanya masyarakat Jambi namun juga luar (provinsi) Jambi,” kata lelaki yang gemar mendongeng ini. Meski telah berhasil membangun bisnis dengan brand sendiri, Berlian tetaplah menjadi entrepreneur yang gemar berbagi ilmu mengenai strategi berbisnis. Ini terbukti Berlian bergabung dengan beberapa komunitas seperti Smarpreneur, dan sebagai Konsultan UKM yang memiliki misi untuk menggali dan berbagi pengalaman bisnis serta melatih pebisnis muda untuk mempratekkan strategi bisnis. Bagi Berlian (biasa disebut ian) hidup akan lebih bernyawa ketika seseorang mampu dan ingin berbagi atas semua keberhasilan yang telah didapat. Namun sebaliknya hidup akan terasa mati jika seseorang hanya menyimpan semua kemampuannya untuk dirinya sendiri. Bukan hanya itu, Berlian juga menjadi penulis dan pendongeng, berbagai buku telah ditulis dan dia pun telah memiliki komunitas pendongeng sendiri yaitu Kampung Dongeng Seloko dan komunitas penulis dunia: Forum Lingkar Pena. “Hidup bakal lebih hidup kalau berbagi dengan orang lain. Makanya saya gemar berbagi pengalaman dan menjadi pelatih para pelaku UKM untuk maju dan segera membangun bisnis,” ujar ayah dua anak ini. Ditengah-tengah kesibukannya sebagai entrepreneur, Berlian masih menyempatkan waktunya sebagai coach (pelatih) dan konsultan UKM. Berlian menekankan, untuk terjun dalam komunitas seperti ini harus sungguh-sungguh dan mendalami, jangan hanya asal mencoba. “Menjalani sebagai pelatih bisnis, mendampingi beberapa pelaku UKM harus serius, benar-benar mendampingi jangan asal memberikan masukan tapi bantu mereka untuk action. Pastikan kapan mereka mau mulai bisnis dan dorong mereka untuk segera melaporkan hasil kepada kita, biar tahu apa lagi gerakan selanjutnya,” papar pendongeng yang juga seorang penulis ini.
Tak hanya itu, Berlian juga mewakili City Changer Indonesia untuk presentasi dihadapan Dirjen Pekerjaan Umum Kementrian PU RI mengenai sanitasi dan lingkungan perkotaan. Makalah Berlian berhasil menduduki urutan kedua dari 100 peserta City Changers terpilih. City Changers adalah salahsatu badan dunia di bawah naungan UN-Habitat yang ikut berperan menangani program sanitasi, air bersih dan kumuh. City Changers merupakan perorangan dan berangkat dari komunitas independen. Telah banyak berbagi cerita dan pengalaman berbisnis dengan pebisnis muda, diakui Berlian dalam berbisnis seseorang harus mampu menjadi pioner. Seorang pebisnis harus berani dan mampu melakukan differensiasi. Bukan sekadar ATM: Amati Tiru dan Modifikasi,” tutupnya. *revisi

Minggu, 02 November 2014

Cubo-cubo

“Janganlah cubo-cubo minum aek Batanghari, sebab biso bikin kanti selalu tekenang-kenang dengan tanah Jambi.” kato Datuk sayo. It’s means: “Jangan coba-coba minum air (sungai) Batanghari, sebab bisa bikin anda selalu terkenang-kenang dengan tanah Jambi.” menurut Datuk saya Ungkapan atau pameo ini sepertinya melekat dan lumayan terbukti. Beberapa karib, kerabat dan handai taulan, entah kebetulan atau tidak, biasanya akan kembali lagi mengunjungi Jambi. Baik dalam waktu dekat maupun lama. Seseorang yang berkunjung ke Jambi bukan lantas meminum air sungainya terus berubah dari jelek menjadi cantik, namun berhubung Jambi dilintasi oleh sungai terpanjang di Sumatera ini, maka makan dan minum berkorelasi dengan sumber air yang ada: Batanghari. Kalau begitu, yah, cubo-cubo-lah minum air Batanghari, ya. Tapi jangan diteguk langsung.
Size ; S – XL, 2L, 3L dan 4L (dewasa) Varian: Standard, Lengan Panjang, Reglan, Polo-Shirt, Bayi, Anak-anak lengan pendek & lengan panjang Color; Putih, Hitam, Merah Cabe. ------- “Janganlah cubo-cubo minum aek Batanghari, sebab biso bikin kanti selalu tekenang-kenang dengan tanah Jambi.” kato Datuk sayo. It's means: "Do not try to drink water (river) Batanghari, because it can make you always recollected with Jambi ground." according to my grandfather. Phrase or slogan seems inherent and quite evident. Some intimates, relatives and friends, whether accidental or not, it will usually come back to visit Jambi. Both in the near term and long. Someone who visited Jambi not necessarily drink the water of the river is constantly changing from ugly to be beautiful, but since Jambi crossed by the longest river in Sumatra, then eating and drinking is correlated with the existing water source: Batanghari. If so, try drinking water Batanghari. But do not drink it raw. size; S - XL, 2L, 3L and 4L (adult) Variants: Standard, Long Sleeve, Reglan, Polo-Shirt, Infants, Children short sleeve and long sleeve Color; White, Black, Red Chillies.